Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata:  Trisula  Falsafah Orang Dayak dan Dialogalitas Hidup Sehari-hari

Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata: Trisula Falsafah Orang Dayak dan Dialogalitas Hidup Sehari-hari

Oleh Stephanus Angga (Alumnus STFT Widya Sasana Malang)   Setiap kebudayaan pasti memiliki falsafahnya masing-masing. Melalui kebudayaan itu, manusia menyadari bahwa ada nilai atau keutamaan dalam lokalitasnya. Keutaman-keutamaan itulah yang menjadi kebijaksaan atau kearifan lokal (Local Wisdom). Kebijaksaan atau kearifan lokal ini juga kemudian menjadi tonggak sejarah dalam peradaban manusia, contohnya Pancasila. Pancasila adalah sebuah cetusan dari realitas hidup sehari-hari […]

HANDOP: CARA SUKU DAYAK UUD DANUM MERAYAKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG

HANDOP: CARA SUKU DAYAK UUD DANUM MERAYAKAN SEMANGAT GOTONG ROYONG

Oleh Stephanus Angga (Mahasiswa STFT Widya Sasana Malang)   Setiap orang pasti memiliki budayanya masing-masing untuk menunjukkan eksistensinya di dunia ini. Budaya merupakan sebuah survival manusia untuk bertahan hidup secara lebih mendalam. Manusia pasti tidak bisa lepas dari budaya karena budaya merupakan bagian integral dari hidup sehari-hari manusia itu sendiri. Budaya juga merupakan cara manusia merepresentasikan dirinya untuk membangun relasi […]

BALALA: KEARIFAN LOKAL DI TENGAH CARA MODERN MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

BALALA: KEARIFAN LOKAL DI TENGAH CARA MODERN MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

Oleh Trio Kurniawan, M. Fil. (Dosen Filsafat di STKIP Pamane Talino, Pendiri Betang Filsafat) *Artikel ini sudah diterbitkan di Kolom Opini Pontianak Post tanggal 27 Maret 2020*   Pada tanggal 19 Maret 2020 yang lalu, Dewan Adat Dayak (DAD) Kab. Landak mengeluarkan imbauan resmi tentang pelaksanaan Adat Binua Basapat Binua Balala Batamakng, atau biasa disingkat dengan Balala. Secara sederhana, Balala merupakan […]

KETIADAAN FRASA ‘TERIMA KASIH’ DALAM SUKU DAYAK UUD DANUM SERAWAI

KETIADAAN FRASA ‘TERIMA KASIH’ DALAM SUKU DAYAK UUD DANUM SERAWAI

Penulis: Trio Kurniawan, M. Fil (Dosen di STKIP Pamane Talino, Pendiri Betang Filsafat)   Frasa “terima kasih” merupakan frasa yang sering diucapkan orang-orang pada umumnya, entah dalam bahasa apapun. Frasa ini digunakan sebagai ungkapan syukur atas kebaikan dari Tuhan, alam ataupun sesama manusia. Namun demikian, frasa ini ternyata tidak terdapat dalam perbendaharaan kata di Suku Dayak Uud Danum. Suku ini tidak […]

ALAM, KEBUDAYAAN DAN KITA

ALAM, KEBUDAYAAN DAN KITA

Penulis: Deodatus Kolek, S.S., Pr (Penulis Buku, Alumnus STFT Widya Sasana Malang, Mahasiswa STT Pastor Bonus Pontianak)   Pengantar Manusia adalah makhluk yang tidak lepas dari alam semesta. Dia adalah makhluk spatial dan temporal  yang terbatas secara bio-fisik, tetapi juga kreatif untuk mengatasi segala keterbatasannya[1]. Alam semesta adalah tempat manusia untuk merealisasikan diri dalam persatuannya dengan seluruh dimensi kehidupan. Persentuhan […]

KEMPUNAN: Sebuah Tinjauan Filosofis

KEMPUNAN: Sebuah Tinjauan Filosofis

Penulis: Trio Kurniawan, M. Fil. (STKIP Pamane Talino; Pendiri Betang Filsafat)   Kempunan (dalam bahasa Suku Dayak Uud Danum disebut Pohunan) adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami nasib sial (ditimpa kecelakaan atau bahkan hingga meninggal) akibat tidak menyentuh atau menyantap makanan yang sudah ditawarkan kepadanya (Leigh 2000: 367-368). Istilah ini begitu familier di antara masyarakat Suku Dayak, termasuk di dalamnya adalah […]

ADIL KA’ TALINO, BACURAMIN KA’ SARUGA, BASENGAT KA’JUBATA: Telaah Filosofis tentang Prinsip Hidup Manusia Kanayatn

ADIL KA’ TALINO, BACURAMIN KA’ SARUGA, BASENGAT KA’JUBATA: Telaah Filosofis tentang Prinsip Hidup Manusia Kanayatn

Penulis: Gerwin Bernardus Putra (STF Widya Sasana Malang)   Pengantar Orang Kanayatn mempunyai sebuah prinsip hidup yang dikenal secara luas yakni, “Adil ka’ Talino, Bacuramin ka’ Saruga, Basengat ka’ Jubata”. Prinsip ini biasanya diserukan oleh tokoh masyarakat atau pemuka adat saat mengawali sambutan dalam acara-acara adat  maupun acara-acara lainnya. Prinsip hidup ini bukan hanya sebuah “semboyan magis” atau sejenisnya, melainkan juga […]

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 3 – Selesai)

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 3 – Selesai)

Penulis: Fransiskus Kebry, CM (Imam Katolik, Pemerhati Lingkungan Hidup)   Sistem Perladangan: Wujud Relasi Mitis Orang Dayak dengan Alam Kita telah melihat bagaimana tahap-tahap pembuatan  ladang dalam masyarakat Dayak Kanyat’n. Kita juga telah menguraikan tiga pola relasi antara manusia dan alam menurut Van Peurson. Setelah mengetahui keduanya kita dapat mengatakan bahwa dalam sitem perladangan orang Dayak kita dapat menemukan suatu pola […]

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 2)

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 2)

Penulis: Fransiskus Kebry, CM (Imam Katolik, Pemerhati Lingkungan Hidup)   Relasi Manusia dan Alam A. Van Peurson dalam karya klasiknya Strategi Kebudayaan, pertama-tama ingin membuat sebuah skema atau bagan perkembangan kebudayaan. Namun demikian usahanya untuk membuat peta perkembangan kebudayaan, yang dia sebut sebagai buah dinamika ketegangan unsur “imanen dan transenden” kebudayaan, memuat unsur-unsur yang mengindikasikan bagan perkembangan relasi antara manusia dan […]

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 1)

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 1)

Penulis: Fransiskus Kebry, CM (Imam Katolik, Pemerhati Lingkungan Hidup)   Pengantar   Adalah suatu aksioma bilamana masyarakat Dayak menyatakan bahwa hutan merupakan milik mereka yang paling berharga. Antara mereka dengan hutan telah terpadu sedemikian rupa dan menyejarah. Oleh sebab itu, boleh dibilang kerabat kita dikalimantan ini senantiasa berikhtiar mempertahankan ekosistem, karena dari situlah mereka turun-temurun hidup sejak generasi masa lalu, kini […]