BALALA: KEARIFAN LOKAL DI TENGAH CARA MODERN MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

BALALA: KEARIFAN LOKAL DI TENGAH CARA MODERN MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

Oleh Trio Kurniawan, M. Fil. (Dosen Filsafat di STKIP Pamane Talino, Pendiri Betang Filsafat) *Artikel ini sudah diterbitkan di Kolom Opini Pontianak Post tanggal 27 Maret 2020*   Pada tanggal 19 Maret 2020 yang lalu, Dewan Adat Dayak (DAD) Kab. Landak mengeluarkan imbauan resmi tentang pelaksanaan Adat Binua Basapat Binua Balala Batamakng, atau biasa disingkat dengan Balala. Secara sederhana, Balala merupakan […]

KETIADAAN FRASA ‘TERIMA KASIH’ DALAM SUKU DAYAK UUD DANUM SERAWAI

KETIADAAN FRASA ‘TERIMA KASIH’ DALAM SUKU DAYAK UUD DANUM SERAWAI

Penulis: Trio Kurniawan, M. Fil (Dosen di STKIP Pamane Talino, Pendiri Betang Filsafat)   Frasa “terima kasih” merupakan frasa yang sering diucapkan orang-orang pada umumnya, entah dalam bahasa apapun. Frasa ini digunakan sebagai ungkapan syukur atas kebaikan dari Tuhan, alam ataupun sesama manusia. Namun demikian, frasa ini ternyata tidak terdapat dalam perbendaharaan kata di Suku Dayak Uud Danum. Suku ini tidak […]

ALAM, KEBUDAYAAN DAN KITA

ALAM, KEBUDAYAAN DAN KITA

Penulis: Deodatus Kolek, S.S., Pr (Penulis Buku, Alumnus STFT Widya Sasana Malang, Mahasiswa STT Pastor Bonus Pontianak)   Pengantar Manusia adalah makhluk yang tidak lepas dari alam semesta. Dia adalah makhluk spatial dan temporal  yang terbatas secara bio-fisik, tetapi juga kreatif untuk mengatasi segala keterbatasannya[1]. Alam semesta adalah tempat manusia untuk merealisasikan diri dalam persatuannya dengan seluruh dimensi kehidupan. Persentuhan […]

KEMPUNAN: Sebuah Tinjauan Filosofis

KEMPUNAN: Sebuah Tinjauan Filosofis

Penulis: Trio Kurniawan, M. Fil. (STKIP Pamane Talino; Pendiri Betang Filsafat)   Kempunan (dalam bahasa Suku Dayak Uud Danum disebut Pohunan) adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami nasib sial (ditimpa kecelakaan atau bahkan hingga meninggal) akibat tidak menyentuh atau menyantap makanan yang sudah ditawarkan kepadanya (Leigh 2000: 367-368). Istilah ini begitu familier di antara masyarakat Suku Dayak, termasuk di dalamnya adalah […]

ADIL KA’ TALINO, BACURAMIN KA’ SARUGA, BASENGAT KA’JUBATA: Telaah Filosofis tentang Prinsip Hidup Manusia Kanayatn

ADIL KA’ TALINO, BACURAMIN KA’ SARUGA, BASENGAT KA’JUBATA: Telaah Filosofis tentang Prinsip Hidup Manusia Kanayatn

Penulis: Gerwin Bernardus Putra (STF Widya Sasana Malang)   Pengantar Orang Kanayatn mempunyai sebuah prinsip hidup yang dikenal secara luas yakni, “Adil ka’ Talino, Bacuramin ka’ Saruga, Basengat ka’ Jubata”. Prinsip ini biasanya diserukan oleh tokoh masyarakat atau pemuka adat saat mengawali sambutan dalam acara-acara adat  maupun acara-acara lainnya. Prinsip hidup ini bukan hanya sebuah “semboyan magis” atau sejenisnya, melainkan juga […]

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 3 – Selesai)

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 3 – Selesai)

Penulis: Fransiskus Kebry, CM (Imam Katolik, Pemerhati Lingkungan Hidup)   Sistem Perladangan: Wujud Relasi Mitis Orang Dayak dengan Alam Kita telah melihat bagaimana tahap-tahap pembuatan  ladang dalam masyarakat Dayak Kanyat’n. Kita juga telah menguraikan tiga pola relasi antara manusia dan alam menurut Van Peurson. Setelah mengetahui keduanya kita dapat mengatakan bahwa dalam sitem perladangan orang Dayak kita dapat menemukan suatu pola […]

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 2)

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 2)

Penulis: Fransiskus Kebry, CM (Imam Katolik, Pemerhati Lingkungan Hidup)   Relasi Manusia dan Alam A. Van Peurson dalam karya klasiknya Strategi Kebudayaan, pertama-tama ingin membuat sebuah skema atau bagan perkembangan kebudayaan. Namun demikian usahanya untuk membuat peta perkembangan kebudayaan, yang dia sebut sebagai buah dinamika ketegangan unsur “imanen dan transenden” kebudayaan, memuat unsur-unsur yang mengindikasikan bagan perkembangan relasi antara manusia dan […]

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 1)

MENYEMBUHKAN RELASI MANUSIA DAN ALAM: Studi Sistem Perladangan Orang Dayak Kanayat’n Dengan Pendekatan C.A. Van Peurson (Part 1)

Penulis: Fransiskus Kebry, CM (Imam Katolik, Pemerhati Lingkungan Hidup)   Pengantar   Adalah suatu aksioma bilamana masyarakat Dayak menyatakan bahwa hutan merupakan milik mereka yang paling berharga. Antara mereka dengan hutan telah terpadu sedemikian rupa dan menyejarah. Oleh sebab itu, boleh dibilang kerabat kita dikalimantan ini senantiasa berikhtiar mempertahankan ekosistem, karena dari situlah mereka turun-temurun hidup sejak generasi masa lalu, kini […]

BERLADANG SEBAGAI SEBUAH CARA HIDUP (WAY OF LIFE)

BERLADANG SEBAGAI SEBUAH CARA HIDUP (WAY OF LIFE)

Penulis: Kemal Edgar (Mahasiswa Prodi PJKR di STKIP Pamane Talino Ngabang)   “Kami berladang untuk memenuhi kebutuhan hidup…” Ini adalah kalimat yang sering kita dengarkan dari para petani di sekitar kita. Menurut Pantjar Simatupang (2003) pertanian bukan sekedar aktivitas ekonomi untuk menghasilkan pendapatan bagi petani saja. Lebih dari itu pertanian dapat menjadi sebuah cara hidup atau way of life sebagian […]

RITUAL MEMBUKA LADANG DI SUKU DAYAK UUD DANUM SERAWAI

RITUAL MEMBUKA LADANG DI SUKU DAYAK UUD DANUM SERAWAI

Penulis: Trio Kurniawan (Dosen Filsafat di STKIP Pamane Talino Ngabang)   Ritual membuka ladang adalah upacara adat singkat yang biasa dilakukan para orang Dayak Uud Danum sebelum membuka ladang. Berladang merupakan cara Suku Dayak Uud Danum memenuhi kebutuhan hidup, selain berburu di hutan atau menjala di sungai. Tanaman yang bisa ditanam di ladang diantaranya adalah padi, ubi, jagung, tebu, timun […]