SIAPA SAHABATKU KINI? (KRITIK ATAS RELASIONALITAS PERSAHABATAN BERKARAKTER PRIMORDIAL-SEKTARIAN)

SIAPA SAHABATKU KINI? (KRITIK ATAS RELASIONALITAS PERSAHABATAN BERKARAKTER PRIMORDIAL-SEKTARIAN)

Oleh Yoga Febriano (Mahasiswa STFT Widya Sasana Malang)   Pendahulaun Persahabatan kerap direduksi ke dalam model-model sempit ideologi tertentu. Skema-skema dan narasi persahabatan yang dibangun, dalam banyak peristiwa, lebih banyak berciri primordial-sektarian dari pada universal. Karakter semacam ini membuat persahabatan itu kehilangan esensinya. Peradaban masa lalu bangsa Indonesia memberikan sebuah pemahaman kepada kita tentang arti persahabatan sejati. Salah satu peristiwa monumental […]

Teknologi Sebagai Sarana Pembebasan Manusia dalam Perspektif Herbert Marcuse

Teknologi Sebagai Sarana Pembebasan Manusia dalam Perspektif Herbert Marcuse

Oleh Dismas Kwirinus (Mahasiswa STFT Widya Sasana Malang)   Pendahuluan Herbert Marcuse, seorang filosof humanis Jerman-Amerika dari anggota Mazhab Frankfurt, menyatakan bahwa teknologi memiliki dampak positif dan negatif dalam relasinya dengan kebebasan. Dampak positifnya yaitu teknologi membuka ruang bagi kebebasan manusia. Sedangkan dampak negatif adalah teknologi tidak netral, menjadi kendaraan reifikasi dan mengancam eksistensi manusia sebagai subyek. Kebebasan manusia dimanipulasi […]

KEMANUSIAAN-MENCINTA DAN KEKERASAN: SEBUAH REALITAS PARADOKS Diskursus Metafisis-Fenomenologis Berdasarkan Perspektif Armada Riyanto

KEMANUSIAAN-MENCINTA DAN KEKERASAN: SEBUAH REALITAS PARADOKS Diskursus Metafisis-Fenomenologis Berdasarkan Perspektif Armada Riyanto

Gregorius Andika Rio Kurniawan Gerwin Bernardus Putra Agustinus Gusti Randa  (Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Semester III)   Abstrak Fokus tulisan ini adalah diskursus metafisis-fenomenologis tentang kemanusiaan-mencinta dan kekerasan dalam perspektif Armada Riyanto. Tujuan riset ini adalah untuk menggali makna metafisis kemanusiaan yang di dalamnya termuat aspek mencinta dan hubungannya dengan fenomena kekerasan yang kerap kali terjadi […]

PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF PLATON

PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF PLATON

Yoga Febriano  (Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Semester V)   Pengantar Perempuan dalam tatanan kehidupan sosial sering kali mengalami perlakuan yang diskriminatif. Tidak boleh ini, harus begitu, dilarang yang ini, dan harus yang itu. Perempuan dalam realitasnya sering kali dinafikan oleh societas. Kehadiran mereka bagi segelintir orang bahkan kerap dipandang sebagai penghalang menuju kesucian. Para perempuan diamanatkan […]

AKU ADALAH SUBJEK CINTA

AKU ADALAH SUBJEK CINTA

Meriyadi Tanggok  (Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Semester I)   Pengantar      Cinta mempunyai daya tariknya tersendiri dan dikenal secara luas. Cinta kerap kali dikaitkan dengan rasa gembira yang berkobar-kobar, terlebih ketika seseorang mengalami jatuh cinta. Cinta identik dengan perasaan yang dialami oleh manusia. Cinta akan selalu menjadi topik yang digandrungi oleh setiap kalangan, baik yang muda maupun […]

Cinta dan Kebahagiaan: Sebuah Tinjauan Filosofis

Cinta dan Kebahagiaan: Sebuah Tinjauan Filosofis

Teofilus Emanuel Christian  (Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Semester I)   Pendahuluan Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki perasaan dan hati. Manusia mudah untuk merasakan cinta bila diberikan kasih sayang oleh sesamanya manusia. Itulah manusia, insan yang harus dicintai dan dikasihi oleh orang lain. Setiap orang pasti tahu bahwa cinta adalah apa yang dirasakan oleh hati. Lebih […]

KEBENARAN EPISTEMOLOGIS RENE DESCARTES: ATAU PERSONAL, ATAU UNIVERSAL?

KEBENARAN EPISTEMOLOGIS RENE DESCARTES: ATAU PERSONAL, ATAU UNIVERSAL?

Oleh Trio Kurniawan, M. Fil. (Dosen Filsafat di STKIP Pamane Talino, Founder Betang Filsafat)   Pendahuluan Saya perhatikan bahwa kebenaran ini: saya berpikir, jadi saya ada (cogito ergo sum), begitu kokoh dan meyakinkan, sehingga semua anggapan kaum skeptik yang paling berlebihan pun tidak akan mampu menggoyahkannya. Karena itu, saya menilai bahwa tanpa takut salah saya dapat menerimanya sebagai prinsip pertama […]

BERPIKIR KRITIS

BERPIKIR KRITIS

Oleh Trio Kurniawan (Founder Betang Filsafat)   Bagaimana rasanya ketika diri Anda disebut sebagai “pribadi yang kritis”? Apa yang Anda rasakan? Di satu sisi, kritis sering diasosiasikan pada sikap rajin bertanya, tahu melihat kesalahan. Di sisi lain, kritis sering dilekatkan pada tindakan atau pemikiran yang subversif, selalu mencari kesalahan. Argumen yang terakhir ini seringkali lebih mengarah pada sisi negatif. Kritis, […]

Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata:  Trisula  Falsafah Orang Dayak dan Dialogalitas Hidup Sehari-hari

Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata: Trisula Falsafah Orang Dayak dan Dialogalitas Hidup Sehari-hari

Oleh Stephanus Angga (Alumnus STFT Widya Sasana Malang)   Setiap kebudayaan pasti memiliki falsafahnya masing-masing. Melalui kebudayaan itu, manusia menyadari bahwa ada nilai atau keutamaan dalam lokalitasnya. Keutaman-keutamaan itulah yang menjadi kebijaksaan atau kearifan lokal (Local Wisdom). Kebijaksaan atau kearifan lokal ini juga kemudian menjadi tonggak sejarah dalam peradaban manusia, contohnya Pancasila. Pancasila adalah sebuah cetusan dari realitas hidup sehari-hari […]