Catatan

[CATATAN] BELAS KASIH DAN KEADILAN

Oleh Mingdry Hanafi T., Lic. Th., OP (Biarawan Dominikan, Pembina Yayasan Landak Bersatu)

 

Belas kasih (mercy) dan keadilan tidaklah saling bertentangan melainkan saling melengkapi satu sama lain. Belas kasih sesungguhnya tidak bisa berjalan dengan baik tanpa keadilan, begitu pula keadilan yang sesungguhnya selalu melibatkan belas kasih. Thomas Aquinas mengatakan bahwa belas kasih dan keadilan adalah suatu kesatuan, yang satu sudah seharusnya berjalan bersama dengan yang satu lagi. Belas kasih tanpa keadilan adalah kekejaman dan keadilan tanpa belas kasih adalah sumber kebingungan yang mengarah ke kekejaman juga.

Hal ini mengajak kita untuk selalu berbuat belas kasih dengan adil dan adil dengan penuh belas kasih. Kita diharapkan tidak mencari keadilan yang tidak tahu belas kasih. Kita perlu menyadari bahwa kita semua adalah pendosa, berbuat kesalahan, berbuat kekeliruan dan juga mempunyai kekurangan. Tetapi di atas semua itu adalah bahwa kita sama-sama manusia yang lemah dan tidak sempurna.

Tentunya kita perlu memberi kepada orang sesuai dengan porsinya dengan murah hati, kesabaran dan penuh kasih. Di lain pihak belas kasih tanpa keadilan akan merusak dan membawa kehancuran bila dilakukan terus menerus untuk waktu yang lama.

Belas kasih bukanlah semata-mata sebuah perasaan tetapi sebuah pemikiran yang matang dan efektif untuk membantu orang menjadi lebih baik sehingga orang yang berbelas kasih mempunyai kewajiban untuk menegur orang yang salah atau keliru untuk berbuat benar. Adalah tindakan yang tidak adil bila kita tidak menegur atau mengingatkan saudara kita yang berbuat salah tersebut. Dalam kondisi krisis maka kita tidak hanya diminta untuk berbuat kasih tetapi juga sekaligus adil.

Kita memberikan dengan penuh belas kasih apa yang seharusnya diberikan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan porsi mereka. Mungkin 1 keluarga akan menerima lebih karena memang mereka membutuhkannya. Di lain pihak keluarga lain menerima lebih sedikit.

Kembali bahwa belas kasih mengutamakan keadilan yang sesuai dengan porsi yang membutuhkan. Memberikan sesuai dengan kebutuhan adalah keadilan yang berbelas kasih dimana orang menerima sesuai dengan kebutuhannya. Orang tidak menerima lebih sehingga orang tergoda untuk menimbun dan mengambil keuntungan. Orang tidak kekurangan sehingga orang harus mencuri atau berprasangka buruk dengan orang lain. Semua sesuai dengan porsi dan kebutuhannya.

 

Sumber Gambar Featured: https://www.kompasiana.com/nararya1979/54f3fd3e745513a12b6c834a/kasih-dan-keadilan-eitheror-atau-bothand-refleksi-atas-kasus-ma

TRI_2020Apr_12_Artikel Romo Ming 015

Download PDF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *